Monday, November 18, 2013

Microsot Pamer 25 Menit Gameplay Dead Rising 3

Pembantaian Zombie masal terus berlanjut dan berlanjut! Capcom terus memberikan peperangan serius antara umat manusia melawan Zombie. Serunya membantai para Zombie secara massal dapat kita rasakan dalam pengalaman yang berbeda dari seri terbaru Dead Rising 3. Dan beberapa waktu lalu Capcom pamer gameplay selama 25 menit dari seri terbarunya!
Microsot Pamer 25 Menit Gameplay Dead Rising 3
Dead Rising 3 dikembangkan lebih dalam dan lebih baik kali ini oleh Capcom. Terbukti dalam video 25 menit gameplay ini diperlihatkan beberapa aspek baru dalam membantai para Zombie. Senjata baru, kendaraan baru dan mode co-op yang seru!
Dead Rising 3 mengambil setting latar sekitar 10 tahun setelah seri Dead Rising kedua. Kali ini tokoh utama diperankan oleh seorang montir bernama Nick Ramos dimana dia putus asa melihat kotanya sudah diserbu oleh ribuan Zombie yang siap memangsa. Nick sendiri yang putus asa sebelumnya sepertinya tidak tinggal diam. Nick ingin melawan dan membuat berbagai senjata untuk sekaligus membantai Zombie dan keluar dari kota secepat mungkin.
Dead Rising 3 akan menampilkan storyline yang lebih gelap dan dalam daripada yang kedua. Tapi biarpun begitu, tentu saja akan ada banyak aspek komedi didalamnya. Beberapa aspek baru didalam game ini yang bakal kita betah adalah:
  • Nightmare Mode: Tidak seperti game Dead Rising sebelumnya, Dead Rising 3 tidak akan dibatasi oleh waktu. Gamers akan bisa mencoba mode Nightmare agar bisa puas membantai Zombie tanpa ada waktu yang membatasi.
  • Mapnya sendiri akan jauh lebih luas daripada seri sebelumnya. Tidak akan ada loading screen atau loading secara virtual. Jadi gamers akan lebih puas merasakan berjelajah keberbagai sudut map.
  • Zombie sendiri akan mempunyai kecerdasan AI. Dimana ketika menggunakan Kinect para Zombie bisa mendengar langkah kalian datang dan memanggil Zombie lainnya.
  • Tidak ada lagi Zombie dengan model yang sama. Semua zombie akan berbentuk berbeda dari yang lain3
  • Saat ini akan disediakan clothing locker, dimana loker tersebut akan menyimpan semua senjata yang sudah kalian buat sendiri.
  • Terakhir adalah kombo senjata bisa kalian dapatkan melalui Blueprint bukan lagi Combo Card
So, penasaran degan 25 menit gameplay gila dari pembantaian Zombie? Berikut adalah 25 menit gameplay Dead Rising 3.(Afg)


Sunday, November 17, 2013

Perjuangan Seorang Gamer Yang Rela Antri 20 Jam Demi Mendapat PS4

Gamers itu suka tantangan, tidak peduli sesulit apapaun mereka menunggu pasti akan terus mencoba. Ya, Ini dia yang namanya gamers sejati. Tidak masalah jika harus menunggu satu jam, dua jam bahkan sampai 20 jam demi mendapatkan konsol yang diimpikannya. Seorang gamers yang satu ini rela antri hingga 20 jam berdesak-desakan, demi menjadi pembeli pertama konsol Sony Playstation 4.
Perjuangan Seorang Gamer Yang Rela Antri 20 Jam Demi Mendapat PS4
Tepatnya pada hari jumat malam kemarin, Sony dengan resmi meluncurkan konsol Playstation 4 dan memulai penjualannya pada tengah malam! Seperti yang sudah menjadi tradisi di negara Amerika Serikat, sebelum konsol tersebut dijual, antrian sudah panjang terbentuk.
Ratusan penggemar konsol PlayStation (PS) rela mengantre berjam-jam meski cuaca dingin di hotel The Standard High Line di New York demi mendapatkan kesempatan untuk membeli konsol terbaru Sony. Pada penjualan pertama hari jumat kemarin sayangnya Sony hanya menyediakan 444 konsol PS4 untuk dijual yang dimana jika dihitung pada antrian tersebut, tidak semua warga yang mengantri bisa mendapatkan konsol PS4 tersebut. Menyedihkan? Tentu saja apalagi jika kita sudah antri puluhan jam.
Tapi berbeda dengan gamers sejati bernama Joey Chiu. Joey rela mengantri sejak sebelum pengumuman PS4 akan dikuncurkan pada jumat malam. Berdiri, mengantri dicuaca yang amat dingin, dan kelaparan menjadi makanan Joey selama mengantri hari jumat kemarin. Kepada wartawan Joey mengatakan bahwa semua ini pantas dilalui demi mendapatkan PS4 idamannya. Dan akhirnya Joey Chiu dari Brooklyn adalah pembeli pertama yang mendapatkan konsol PS4 di acara peluncuran PS4. Ia mengaku telah mengantre selama 20 jam. Tentu saja, sebagai pembeli pertama, Joey mendapat kehormatan di panggung untuk menerima konsol PS4 itu dari Sony.
Ekspresi kegembiraan Joey ketika menjadi orang pertama yang membeli PS4. Disamping kanannya adalah CEO dari Sony Computer America Jack Tretton 

Sementara itu ratusan orang juga rela antre di GameStop di Market Street, San Francisco untuk memenangkan salah satu dari beberapa PS4 yang diberikan Sony. Mereka bersedia antre begitu lama karena tertarik dengan beberapa judul game baru yang ada di PS4. Alasan lainnya adalah karena loyalitas merek. 
PS4 sudah mulai dipasarkan di Amerika Utara dengan harga USD 399, lebih murah USD 100 dibanding Xbox One yang peluncurannya akan segera menyusul. Sony sendiri mengaku sudah menyiapkan sejumlah game papan atas yang bisa dimainkan pada PS4.

Thursday, November 14, 2013

Apes! Beli Nexus 5 Bukan Mendapat KitKat Malah KeyLime Pie

Kejadian aneh baru saja menimpa salah seorang pengguna ponsel yang berada di San Francisco, Amerika Serikat, dimana dia mendapati ponsel Nexus 5 miliknya yang baru saja dia beli ternyata tidak menggunakan sistem operasi seperti yang tertera pada situs Android yaitu KitKat melainkan KeyLime Pie. Sebelumnya pihak Google sendiri memang ingin merilis sistem operasi terbaru mereka tersebut dengan nama KeyLime Pie, namun entah karena alasan apa mereka membatalkannya dan menggantinya dengan KitKat.

Apes! Beli Nexus 5 Bukan Mendapat KitKat Malah KeyLime Pie

Mungkin karena alasan nama yang terlalu sulit, hingga akhirnya Google menemukan nama yang tepat untuk sistem operasi Android 4.4 itu, maka terjadilah sebuah kerja sama dengan salah satu perusahaan yang cukup terkenal yaitu Nestle. Perkembangan dari sistem operasi Android 4.4 tersebut sebenarnya sudah beredar jauh-jauh hari sebelum OS itu dirilis. Nama dari Android tersebut juga sudah bergaung di berbagai media elektronik maupun media cetak.


Entah sial atau kurang beruntung, pemuda yang berada di Amerika tersebut merasa terkejut ketika mendapati ponsel pintar yang baru saja dia beli ternyata menggunakan KeyLime Pie, bukan KitKat. Padahal ponsel yang dibelinya tersebut adalah Nexus 5, ponsel yang menjadi ikon dari Android 4.4, terlebih peluncuran keduanya sengaja dilakukan secara bersamaan.


Pada sebuah forum developer yang cukup terkenal yaitu xda-developers, disana dia memposting sebuah gambar yang dia ambil dari ponselnya mengenai sistem operasi yang tertanam didalamnya. Selain itu dia juga nampaknya sedikit kecewa dan terkejut dengan hal tersebut karena ponsel yang dia beli memang benar-benar baru dan masih terbungkus dari dalam box.

Didalam thread yang dia buat tersebut, selain memberikan bukti berupa capture yang dia ambil dari ponselnya. Pria ini juga memberikan komentar akan Android KeyLime Pie yang berjalan sangat lambat pada ponsel Nexus 5 miliknya. Selain itu juga terdapat banyak sekali bugs dan tidak berjalannya aplikasi secara benar pada ponselnya. Google dan LG sendiri belum memberikan konfirmasi apa pun mengenai perihal aneh yang terjadi ini. 

Wednesday, November 13, 2013

Maskot The Conjuring `Boneka Annabelle` Akan Diangkat Kelayar Lebar!

The Conjuring saat ini memegang rekor sebagai film terhorror 2013. Pencapaiannya yang gemilang tentunya tidak lepas dari unsur elemen horror dan jalan ceritannya yang amat menakutkan. Eits tentu saja kita tidak akan melewatkan maskot filmnya yang berbentuk boneka yang amat menyeramkan. Ya, boneka tersebut dinamakan boneka Annabelle. Tidak mau kalah dengan filmnya, sang boneka menyeramkan ini juga rencananya akan diangkat kelayar lebar!
Maskot The Conjuring `Boneka Annabelle` Akan Diangkat Kelayar Lebar!
pastinya bagi kalian yang suda menonton film Conjuring sudah cukup menakutkan melihat wajah boneka ini. Biarpun boneka ini beraksi hanya sedikit didalam film, tapi nyatanya hanya dengan melihat saja kita sudah merinding disko.
Sang produser film The Conjuring ternyata belum puas akan pencapaian dari filmnya. Ingin menyaingi sesama rekan boneka horror Chucky, John R. Leonetti sang produser rupanya ingin mengangkat cerita tentang boneka Annabelle dan dikabarkan akan mulai produksi pada pertengahan tahun 2014. The Conjuring sendiri menceritakan tentang sebuah keluarga yang baru pindah rumah di kawasan Harrisville, Rhode Island. Keharmonisan keluarga tersebut mendadak sirna dirumah itu lantaran sering mendapat gangguan dari mahluk gaib yang lebih dulu ada disana.
Sejak dirilis beberapa bulan yang lalu, film The Conjuring yang diproduksi dengan dana minimalis ini berhasil meraih keuntungan yang spektakuler sebesar 313 juta dollar Amerika Serikat dari penayangannya di penjuru dunia. Tentunya ini merupakan kesuksesan yang amat besar didalam dunia perfilman dan sang produser ingin kembali mewwujudkan hal tersebut dengan menggunakan sang maskot dari film tersebut.
Penampilannya yang menyeramkan membuat maskot film The Conjuring ini sangat ditakuti oleh para penontonnya. 

Sampai saat ini John belum mau mengungkap siapa sajakah artis yang nantinya bakal terlibat dalam pembutan film. John masih memilih ingin merahasiakan ketimbang membuka informasi. 
Mampukah sang maskot film boneka Annabelle menyaingi kesuksesan film The Conjuring ini sendiri? Bagaimana kah tingkat horrornya nanti?

Tuesday, November 12, 2013

Nah Loh, Kontroler PS4 Gampang Rusak?

Kemunculan konsol Next Gen yang semakin dekat makin menuai kritik dari banyak pihak. Baik PS4 maupun Xbox One sekarang cukup banyak menuai kritik baik dari penampilan maupun sistem didalam konsol. Sebelumnya gamers mengeluhkan bahwa ternyata PS4 dan Xbox One tidak bisa menampilkan resolusi graphic secara full 1080p, tapi saat ini kritik kembali muncul dan dihadapkan ke kontroler PS4.
Nah Loh, Kontroler PS4 Gampang Rusak?
Kontroler PS4 bernama Dualshock 4 mendapatkan kritikan yang cukup pahit dari sebuah forum Reddit.com. Reddit.com merupakan sebuah forum tempat berdiskusi bagi para gamers tentang berbagai konsol dan perihal lainnya.
Sebuah akun bernama Cayos memposting foto, video dan ulasannya mengenai pengalamannya saat menggunakan kontroler Dualshock 4. Dalam keluhannya, gamers tersebut meyampaikan bahwa dia baru saja menggunakan kontroler PS4 tersebut baru 2 minggu saja. Tapi ternyata kualitas buruk pada kontroler tersebut menjadikan kontroler tidak bertahan lama. Karet Analog pada kontrol PS4 ternyata lepas dan robek. Selain itu yang lebih parah lagi, warna hitam pekat pada kontroler PS4 tersebut berubah pudar menjadi kusam.
Penampilan Kontroler yang nampak begitu elegan terlihat sudah hilang. Touchscreen pada kontroler pun terlihat banyak baretan dan sedikit bengkok. Entah apakah ini salah sang pengguna atau kualitas yang buruk pada kontroler. Sony memang sebelumnya telah menjual kontroler PS4nya secara luas dibeberapa negara. Hal ini dapat memberikan para gamers dapat merasakan langsung bagaimana performance dari kontroler PS4.
Tampak karet dari Analog kontroler lepas dan ada goresan yang cukup lebar. Selain itu Touchscreen kontroler terlihat agak sedikit bengkok.

Nah Loh, Kontroler PS4 Gampang Rusak?
Sampai saat ini Postingan user bernama Cayos mendapatkan sekitar 143 koment dari user lain. Banyak yang pro dan juga kontra terhadap postingan user Cayos ini. Pasalnya user lain yang juga telah menggunakan dari Oktober lalu masih tampak bagus dan awet. Malahan mereka berpendapat bahwa kontroler Dualshock 4 ini lebih ringan dan awet. Dengan fitur Touchscreen yang terlihat elegan, DS4 jauh lebih unggul ketimbang kontroler PS3.
Sejauh ini keluhan akan buruknya kualitas kontroler PS4 dari Cayos belum mendapat tanggapan dari Sony. Sepertinya ini masalah bagaimana cara penggunaan masing-masing. Semakin sering penggunaannya, semakin cepat juga rusak.

FIFA 14, Game Mobile Nomor Dua Paling Populer di Dunia

Pada bulan September yang lalu, EA Sports baru saja merilis sebuah game mobile dengan judul yang sangat popular yaitu FIFA 14. Game ini sendiri tentu akan hadir pada sistem operasi yang sangat populer sekarang di mobile yaitu iOS dan Android. Pada perilisan game FIFA 14 beberapa waktu yang lalu, strategi EA untuk dapat menarik perhatian pasar akan game ini adalah dengan cara menggratiskan konten tersebut. Bukti dari strategi tersebut ternyata membuahkan sebuah hasil yang cukup menyenangkan. Hal itu dapat dilihat dari jumlah pengunduh yang juga tidaklah sedikit.

FIFA 14, Game Mobile Nomor Dua Paling Populer di Dunia

Dari data yang kami dapatkan pada Video Gamer, tercatat kalau game tersebut memang termasuk ke dalam daftar game paling populer untuk perangkat mobile. Tercatat sebanyak 26 juta kali game tersebut diunduh pada App Store dan Play Store. Untuk sebuah perilisan dan pengunduhan sebanyak itu tentu cukup membanggakan, terlebih jumlah unduh yang didapat tersebut berada pada posisi kedua setelah judul game yang paling populer Plants vs Zombies 2.


Sebenarnya jumlah rekor yang didapatkan oleh FIFA 14 sendiri dalam total unduhan telah melampaui Plants vs Zombie 2. Game tersebut hanya mendapatkan 25 juta total download, kalah satu juta dibandingkan dengan FIFA 14. Namun mengapa Plants vs Zombies 2 mendapatkan rekor pada peringkat pertama, hal tersebut dikarenakan waktu yang diraih oleh Plants vs Zombies 2 hanya satu bulan untuk mendapatkan jumlah tersebut. Berbeda dengan FIFA 14 yang membutuhkan waktu hampir dua bulan.


Game ini sendiri juga sempat tercatat sebagai salah satu game dengan peringkat pertama dalam daftar aplikasi gratis yang paling banyak diunduh. EA sendiri juga mengatakan kalau akan membawa game ini untuk gamers yang menggunakan sistem operasi Windows Phone agar juga bisa merasakan hal yang serupa dengan pengguna ponsel lainnya. Sayangnya publisher game tersebut hingga saat ini masih enggan untuk memberitahukan kapan tanggal rilis dari FIFA 14 di platform Windows Phone 8.

Monday, November 11, 2013

Akankah Blackberry Berpaling Ke Android Untuk Sukses?

Blackberry kembali bangkit! Setelah sebelumnya Blackberry membatalkan seluruh rencana penjualan perusahaan, perusahaan asal Kanada ini mulai back to business. Untuk memulai langkah awal dari kehidupan barunya, Blackberry membuat suatu kejutan, ya baru-baru ini terlihat sebuah langkah mengejutkan dimana Blackberry yang sebelumnya anti menggunakan OS Android, sepertinya sudah mulai akan beralih ke robot hijau tersebut.
Akankah Blackberry Berpaling Ke Android Untuk Sukses?
Saat ini BlackBerry sedang menguji update sistem operasi BlackBerry 10.2.1. Dari bocoran yang beredar, dari screenshot yang berhasil didapat, pada penampakan OS baru tersebut yang sedang diuji coba di BB 10 terdapat aplikasi yang cukup mengejutkan yakni Google Play Store.
Aplikasi Google Store merupakan aplikasi yang hanya ada pada ponsel yang menggunakan OS Android. Dengan adanya aplikasi ini, tentu saja menimbulkan sebuah pertanyaan, akankah Blackberry akan berpaling ke Android untuk kedepannya? Memang seperti yang sudah-sudah, banyak terbukti jika Android telah sukses mengantarkan sejumlah produsen menuai kesuksesan dalam bisnis smartphone. OS Android sendiri merupakan OS dengan jumlah pengguna terbanyak didunia.
Seperti yang dilansir dari gsmarena, dari screenshot yang beredar, tampak antarmuka Google Play Store di BlackBerry 10 tak jauh berbeda dengan yang ada di handset Android. Penampilan Playstore yang terlihat hampir sama dengan tampilan yang  ada di ponsel android umumnya. Screenshot tampilan Google Play Store yang diunggah melalui forum ini menampakkan diri pada ponsel yang berjalan menggunakan BlackBerry Z10. Memang belum ada komentar dari BlackBerry mengenai kepastian kehadiran Google Play Store diupdate sistem operasi BlackBerry 10 mereka.
Tapi tentu saja ini memberikan sebuah sinyal bahwa sepertinya pelan-pelan Blackberry akan beralih ke Android. Bukan tidak mungkin jika akhirnya BlackBerry yang sebelumnya Anti terhadap android menyerah dengan keadaan dan mengadopsi Android pada ponsel pintar besutannya. Saat ini pun aplikasi BBM for Android telah menuai kesuksesan yang amat tinggi. Bayangkan jika Blackberry nantinya berpindah ke Android, apakah mereka juga akan kembali sukses seperti produsen lain?
Ponsel Blackberry juga saat ini memiliki aplikasi yang masih dibilang sedikit. Dengan adanya aplikasi Google Store tentu saja ini menjadi kabar gembira bagi pengguna yang merindukan koleksi aplikasi dan game.